Skip to main content

Membeli Buku Tapi Tidak Membacanya

Baru saja pulang kerumah, tadi waktu di kota, sekilas saya melihat buku-buku yang terpampang di etalase, terdapat banyak nama-nama penulis terkenal, lalu memutuskan untuk membeli buku yang terpampang di etalase. 

Suka membaca ? Tidak sering juga. Suka membeli, lebih tepatnya. Suka mengoleksi, lebih tepatnya lagi. Ada semacam perasaan senang ketika membeli buku, sekalipun perasaan itu berangsur hilang ketika sudah sampai rumah.

membeli buku dan tidak membacanya adalah tindakan yang wajar. Hasrat untuk beli buku dan baca buku adalah dua hal yang berbeda. Manusia pada dasarnya memang suka mengoleksi. 

Ada yang suka mengoleksi mobil, lukisan, patung, mainan, baju, sepatu, tas, poster, burung, dan lain sebagainya. Disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing pelaku.

Hobi mengoleksi ini kadang tidak ada hubungannya dengan perilaku konsumtif. 

Teman saya suka mengoleksi bungkus rokok. Bertumpuk-tumpuk di jendela kamarnya. Entah apa motivasinya. Lain lagi dengan teman yang lain yang suka mengunduh film dan musik di Internet. 

Hasil unduhan banyak sekali, tapi cuma sedikit yang didengarkan atau ditonton. Mencari tahu alasan kenapa orang mengoleksi sesuatu, bisa jadi terdapat banyak sekali jawabannya.

Mengenai hobi mengoleksi buku, kadang penerbit juga memanfaatkan celah ini. Mereka menerbitkan beberapa seri buku (seringnya komik), yang bila dirangkai secara baik dan benar, punggung bukunya menampilkan sosok tertentu. 

Seperti perkataan orang bijak  bahwa buku yang baik itu cemerlang dilihat dari segala sudut. Membeli buku dan tidak membacanya, merupakan tindakan yang wajar.

Comments

Popular posts from this blog

Tol Laut

Indonesia berencana mengembangkan sebuah program besar, Kondisi geografis di Indonesia mungkin salah satu yang paling unik di dunia, karena terdiri dari banyak pulau. Untuk mengangkut suatu barang dari satu tempat ke tempat lain, tentunya akan menjadi bergantung terhadap transportasi laut, karena transportasi laut ini memang yang paling murah dalam pengangkutan barang. tidak mungkin mengangkut semen dari Jakarta ke Ambon make pesawat terbang?  Nah, dalam prosesnya, pengangkutan barang ini sudah memiliki jalurnya sendiri. Mirip seperti jalur bus atau angkot.   Sebuah bus antar kota ketika berangkat penuh dengan penumpang, tapi saat pulang  tidak ada penumpang yang ikut ? Tentunya bus tersebut bisa merugi. Lalu kemudian cara agar tidak merugi salah satunya adalah dengan menaikan harga tiket. analogi di atas sama dengan sistem transportasi barang. Sebuah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sorong (Papua) mengangkut berbagai macam ke...

Mitos Kekerasan Agama

Yang dimaksudnya dengan mitos kekerasan agama adalah “gagasan bahwa agama adalah segi-segi kehidupan manusia yang transhistoris dan transkultural – yang secara esensial berbeda dari segi-segi kehidupan manusia yang ‘sekular’ seperti politik dan ekonomi – dan yang punya kecenderungan berbahaya mempromosikan kekerasan.” Karena gagasan ini, agama harus dikerangkeng dengan membatasi aksesnya ke ruang publik. Di sini negara-bangsa (nation-state) yang sekular tampil sebagai sesuatu yang seakan-akan natural, sejalan dengan kebenaran yang dianggap universal dan abadi mengenai bahaya inheren agama. Ketika pekan lalu peperangan terjadi (kembali) antara Israel dan Hamas (Palestina), banyak orang berdiskusi mengenai akar-akar kekerasan agama. Logikanya, wilayah yang didiami Israel dan Palestina selalu jadi hot spot peperangan, karena di sana ada banyak orang masih percaya pada agama: umat Yahudi di satu pihak dan kaum Muslim di pihak lain. Disebutkan juga bahwa konflik ini sangat mengkhawat...

Sakit mahal !!

Kesehatan merupakan salah satu ni’mat yang paling berharga yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Kita. Maka tak heran jika kekasih-Nya mewanti-wanti umat manusia agar menjaga kondisi sehat sebelum datangnya sakit. Tak ada satu pun di dunia ini orang yang mau dibayar untuk sakit. Yang ada justru sebaliknya, orang yang sakit akan rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit agar dirinya sembuh dari sakit dan menjadi sehat kembali. Suatu hari aku membeli makanan di rumah makan yang tepat berada di sebuah rumah sakit, di meja aku menemukan sebuah kertas. Rasa ingin tahu mendorong saya untuk membuka lipatan kertas tersebut. Setelah terbuka, baru saya tahu bahwa kertas tersebut adalah semacam rekening pasien yang berisi biaya-biaya yang harus dibayar pasien selama dirawat. Saya baca satu per satu item yang terdapat dalam rekening tersebut. Mulai dari identitas pasien hingga jumlah total biaya. Terkejut saya melihat angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Jumlah total dari k...