Skip to main content

Experience

Experience during the move as a television reporter was very nice, a lot of time outdoors. Some experience thrilling, exciting, depressing related to the coverage of the news that I publish.

Perjalanan berikutnya adalah perjalanan menegangkan saat aku berusaha untuk meliput peristiwa alam yang berpotensi sebagai bencana alam longsor, di sebuah perkampungan yang terdapat di sebuah gunung.

Lokasi kampung ini tepat berada di sebuah pinggiran gunung yang sudah terlihat dari jalan raya desa. Di beberapa titik longsoran tanah sudah jatuh, padahal di bawahnya ada sekitar 3 perkampungan. Kalau di hitung mungging ketinggian gunung ini bisa mencapai 1500 sampai 2000 meter. Bayangkan kalau longsoran tanah ini jatuh ke dan menghancurkan kampung itu.

Perjalanan melalui jalan raya sebenarnya bisa aku tempuh, namun jaraknya sangat jauh dan kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Jadi aku memilih untuk memotong jalan dari kampung yang ada di bawahnya. 

Ditemani ketua kampung aku mulai mendaki pukul 10 pagi. Jalan terjal, menemukan berbagai binatang, dan yang paling menakutkan aku adalah banyak ular di jalan ini.

Sekitar pukul 1 siang aku berhasil mencapai puncaknya. Aku menemukan sebuah kampung yang sangat memprihatinkan, terisolasi, anak-anak sekolah di sebuah gubuk. Ini jadi gambar yang ekslusif untuk pemberitaan.

Lalu aku menemukan retakan tanah yang sangat lebar yang jaraknya hingga hampir 300 meter, beberapa rumah juga sudah ditinggalkan dalam keadaan retak dan rusak parah. Ini lah yang menyebabkan longsoran tanah itu.  Tanah yang aku pijak seringkali bergetar. Akan lebih parah bila terjadi hujan. Setelah selesai mengambil gambar aku kembali turun gunung.

Comments

Popular posts from this blog

Tol Laut

Indonesia berencana mengembangkan sebuah program besar, Kondisi geografis di Indonesia mungkin salah satu yang paling unik di dunia, karena terdiri dari banyak pulau. Untuk mengangkut suatu barang dari satu tempat ke tempat lain, tentunya akan menjadi bergantung terhadap transportasi laut, karena transportasi laut ini memang yang paling murah dalam pengangkutan barang. tidak mungkin mengangkut semen dari Jakarta ke Ambon make pesawat terbang?  Nah, dalam prosesnya, pengangkutan barang ini sudah memiliki jalurnya sendiri. Mirip seperti jalur bus atau angkot.   Sebuah bus antar kota ketika berangkat penuh dengan penumpang, tapi saat pulang  tidak ada penumpang yang ikut ? Tentunya bus tersebut bisa merugi. Lalu kemudian cara agar tidak merugi salah satunya adalah dengan menaikan harga tiket. analogi di atas sama dengan sistem transportasi barang. Sebuah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sorong (Papua) mengangkut berbagai macam ke...

Mitos Kekerasan Agama

Yang dimaksudnya dengan mitos kekerasan agama adalah “gagasan bahwa agama adalah segi-segi kehidupan manusia yang transhistoris dan transkultural – yang secara esensial berbeda dari segi-segi kehidupan manusia yang ‘sekular’ seperti politik dan ekonomi – dan yang punya kecenderungan berbahaya mempromosikan kekerasan.” Karena gagasan ini, agama harus dikerangkeng dengan membatasi aksesnya ke ruang publik. Di sini negara-bangsa (nation-state) yang sekular tampil sebagai sesuatu yang seakan-akan natural, sejalan dengan kebenaran yang dianggap universal dan abadi mengenai bahaya inheren agama. Ketika pekan lalu peperangan terjadi (kembali) antara Israel dan Hamas (Palestina), banyak orang berdiskusi mengenai akar-akar kekerasan agama. Logikanya, wilayah yang didiami Israel dan Palestina selalu jadi hot spot peperangan, karena di sana ada banyak orang masih percaya pada agama: umat Yahudi di satu pihak dan kaum Muslim di pihak lain. Disebutkan juga bahwa konflik ini sangat mengkhawat...

Sakit mahal !!

Kesehatan merupakan salah satu ni’mat yang paling berharga yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Kita. Maka tak heran jika kekasih-Nya mewanti-wanti umat manusia agar menjaga kondisi sehat sebelum datangnya sakit. Tak ada satu pun di dunia ini orang yang mau dibayar untuk sakit. Yang ada justru sebaliknya, orang yang sakit akan rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit agar dirinya sembuh dari sakit dan menjadi sehat kembali. Suatu hari aku membeli makanan di rumah makan yang tepat berada di sebuah rumah sakit, di meja aku menemukan sebuah kertas. Rasa ingin tahu mendorong saya untuk membuka lipatan kertas tersebut. Setelah terbuka, baru saya tahu bahwa kertas tersebut adalah semacam rekening pasien yang berisi biaya-biaya yang harus dibayar pasien selama dirawat. Saya baca satu per satu item yang terdapat dalam rekening tersebut. Mulai dari identitas pasien hingga jumlah total biaya. Terkejut saya melihat angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Jumlah total dari k...