Skip to main content

ilmu

Salah satu pahala yang akan menolong manusia setelah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang yang bermanfaat berarti ilmu yang mendatangkan kemanfaatan bagi dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Ilmu yang tidak akan putus pahalanya karena ilmu ini terus diteruskan, terus dipelajari dan diwariskan oleh generasi selanjutnya. Orang yang telah menembuh jenjang keilmuan biasanya mendapatkan gelar seperti (S1, Magister, Doktor, hingga Profesor). Masalahnya banyak orang yang mempunyai gelar namun nilai kemanfaatan ilmunya masih meragukan dan dipertanyakan, betul tidak?

Fakta membuktikan banyak sekali gelar Sarjana, namun kualitas kesarjanaan meraka masih dipertanyakan. Zaman sekarang sudah berbeda dengan dahulu, dimana saat ini gelar lebih penting dibandingkan sekedar ilmu. Tujuan menempuh pendidikan hanya mencari gelar, dan pada akhirnya gelar tidak dapat lagi dipercaya. 

Gelar sebatas teman untuk melengkapi nama. Dan yang lebih ekstrim lagi bagi orang yang ber-uang gelar bisa dibeli tanpa harus menempuh jenjang pendidikan. Sungguh mengerikan. Ini berarti nilai ilmu sudah dipandang sebelah mata bahkan tidak ada artinya sama sekali. Orang seperti ini lah yang mencemari kelimuan, dibalik gelar yang bersanding di nama mereka kualiats keilmuan justru tidak memberi kemanfaatan apa-apa.

Ilmu yang bermanfaat jauh lebih dihargai, bukan hanya sekedar gelar. Ilmu yang akan menyelamatkan, ilmu yang memberi pertolongan, ilmu yang berkualitas, ilmu yang barokah, ilmu yang menganggkat derajat tidak hanya dimata manusia namun dimata Tuhan. Apa arti sebuah gelar jika keilmuan kita masih meragukan, bukan menyelamatkan justru akan mencelakakan.


Comments

Popular posts from this blog

Tol Laut

Indonesia berencana mengembangkan sebuah program besar, Kondisi geografis di Indonesia mungkin salah satu yang paling unik di dunia, karena terdiri dari banyak pulau. Untuk mengangkut suatu barang dari satu tempat ke tempat lain, tentunya akan menjadi bergantung terhadap transportasi laut, karena transportasi laut ini memang yang paling murah dalam pengangkutan barang. tidak mungkin mengangkut semen dari Jakarta ke Ambon make pesawat terbang?  Nah, dalam prosesnya, pengangkutan barang ini sudah memiliki jalurnya sendiri. Mirip seperti jalur bus atau angkot.   Sebuah bus antar kota ketika berangkat penuh dengan penumpang, tapi saat pulang  tidak ada penumpang yang ikut ? Tentunya bus tersebut bisa merugi. Lalu kemudian cara agar tidak merugi salah satunya adalah dengan menaikan harga tiket. analogi di atas sama dengan sistem transportasi barang. Sebuah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sorong (Papua) mengangkut berbagai macam ke...

Mitos Kekerasan Agama

Yang dimaksudnya dengan mitos kekerasan agama adalah “gagasan bahwa agama adalah segi-segi kehidupan manusia yang transhistoris dan transkultural – yang secara esensial berbeda dari segi-segi kehidupan manusia yang ‘sekular’ seperti politik dan ekonomi – dan yang punya kecenderungan berbahaya mempromosikan kekerasan.” Karena gagasan ini, agama harus dikerangkeng dengan membatasi aksesnya ke ruang publik. Di sini negara-bangsa (nation-state) yang sekular tampil sebagai sesuatu yang seakan-akan natural, sejalan dengan kebenaran yang dianggap universal dan abadi mengenai bahaya inheren agama. Ketika pekan lalu peperangan terjadi (kembali) antara Israel dan Hamas (Palestina), banyak orang berdiskusi mengenai akar-akar kekerasan agama. Logikanya, wilayah yang didiami Israel dan Palestina selalu jadi hot spot peperangan, karena di sana ada banyak orang masih percaya pada agama: umat Yahudi di satu pihak dan kaum Muslim di pihak lain. Disebutkan juga bahwa konflik ini sangat mengkhawat...

Sakit mahal !!

Kesehatan merupakan salah satu ni’mat yang paling berharga yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Kita. Maka tak heran jika kekasih-Nya mewanti-wanti umat manusia agar menjaga kondisi sehat sebelum datangnya sakit. Tak ada satu pun di dunia ini orang yang mau dibayar untuk sakit. Yang ada justru sebaliknya, orang yang sakit akan rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit agar dirinya sembuh dari sakit dan menjadi sehat kembali. Suatu hari aku membeli makanan di rumah makan yang tepat berada di sebuah rumah sakit, di meja aku menemukan sebuah kertas. Rasa ingin tahu mendorong saya untuk membuka lipatan kertas tersebut. Setelah terbuka, baru saya tahu bahwa kertas tersebut adalah semacam rekening pasien yang berisi biaya-biaya yang harus dibayar pasien selama dirawat. Saya baca satu per satu item yang terdapat dalam rekening tersebut. Mulai dari identitas pasien hingga jumlah total biaya. Terkejut saya melihat angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Jumlah total dari k...