Skip to main content

19 Agustus Hari Orangutan

Petikan pembukaan Undang-undang dasar indonesia ada kalimat “Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan…”   tersebut sangat penting dan mendalam untuk diterapkan ke semua bangsa baik bangsa manusia dan bangsa flora dan fauna. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita menjaga alam dan isinya dengan menjamin kehidupan dan kelestariannya. Tapi faktanya, keberadaan satwa dan tumbuhan langka di bumi Nusantara semakin merana, terjajah di tanah airnya sendiri.

Adalah manusia yang tidak lain adalah spesies kita sebagai aktor utama pengrusakan habitat alias rumah alami satwa-satwa langka itu. Menurut WWF (World Wild Fund) Indonesia, turunnya populasi satwa dilindungi tidak lain karena aktivitas manusia. WWF secara lugas menyatakan bahwa kebutuhan sehari-hari manusia secara tidak disadari berkontribusi pada punahnya/ berkurangnya sepesies satwa langka. Terutama aktivitas perusakan hutan habitat satwa, konflik manusia dan satwa, perdagangan dan perburuan satwa, tangkapan samping, perubahan iklim, spesies invasif, dan polusi.

Di indonesia ada 2 spesies  Orangutan  yang terancam kelangsungan hidupnya adalah orangutan  yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). 

Sayangnya menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List edisi tahun 2008, orangutan Sumatera dikategorikan Critically Endangered atau sudah sangat terancam kepunahan.

Menurut data yang ditulis oleh SOCP (Sumatran Orangutan Conservation Programme), saat ini hanya terdapat 6.600 individu orangutan sumatera di alam liar menurut SOCP, terancam oleh aktivitas penebangan hutan, konversi perkebunan sawit dan konsesi tambang, belum termasuk penebangan dan perambahan liar. Selain itu masih banyak konversi hutan secara illegal dan pelanggaran batas wilayah.

Bukan tidak mungkin orangutan sumatera akan punah karena cepatnya laju deforestasi dan bisa-bisa orang Indonesia hanya akan mengenang kalau mereka pernah memiliki orangutan sumatera.

Diseberang pulau sumatera, ‘saudara’ dekat orangutan sumatera juga mengalami nasib yang sama. Menurut Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival), saat ini masih terdapat sekitar 54.000 individu orangutan kalimantan di pulau Kalimantan. Sama seperti di sumatera, orangutan di pulau Kalimantan juga menghadapi ancaman penurunan populasi karena konversi hutan menjadi kebun sawit atau lahan pertanian lain, pertambangan, kebakaran hutan, pembalakan liar, dan perburuan liar untuk dijual maupun dimakan. 

Meskipun jumlahnya lebih banyak dari pada orangutan sumatera, tren populasi orangutan Kalimantan menurun, apalagi ditambah meningkatnya deforestasi di Kalimantan. Masih menurut WWF Indonesia, habitat orangutan kalimantan berkurang paling tidak sekitar 55 % dalam dua dasa warsa terakhir.

Sudah saatnya manusia sebagai mahluk yang berbudi luhur dapat menunjukkan keluhurannya untuk menjamin hidup satwa dan tumbuhan langka titipan sang Maha Esa. Bukan hanya orangutan yang sedang terancam, masih ada harimau sumatera, gajah sumatera, gajah borneo dan badak jawa . Satwa-satwa ini juga berhak untuk hidup dan merdeka dari pengrusakan dan pengurangan habitat.

Memperingati hari orangutan sedunia pada 19 Agustus ini dan masih dalam semangat HUT RI, marilah kita turut memerdekakan orangutan beserta sawa-satwa langka lain dan menjaga habitatnya di bumi pertiwi ini agar tidak punah keberadaannya.

Comments

Popular posts from this blog

Tol Laut

Indonesia berencana mengembangkan sebuah program besar, Kondisi geografis di Indonesia mungkin salah satu yang paling unik di dunia, karena terdiri dari banyak pulau. Untuk mengangkut suatu barang dari satu tempat ke tempat lain, tentunya akan menjadi bergantung terhadap transportasi laut, karena transportasi laut ini memang yang paling murah dalam pengangkutan barang. tidak mungkin mengangkut semen dari Jakarta ke Ambon make pesawat terbang?  Nah, dalam prosesnya, pengangkutan barang ini sudah memiliki jalurnya sendiri. Mirip seperti jalur bus atau angkot.   Sebuah bus antar kota ketika berangkat penuh dengan penumpang, tapi saat pulang  tidak ada penumpang yang ikut ? Tentunya bus tersebut bisa merugi. Lalu kemudian cara agar tidak merugi salah satunya adalah dengan menaikan harga tiket. analogi di atas sama dengan sistem transportasi barang. Sebuah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sorong (Papua) mengangkut berbagai macam ke...

Mitos Kekerasan Agama

Yang dimaksudnya dengan mitos kekerasan agama adalah “gagasan bahwa agama adalah segi-segi kehidupan manusia yang transhistoris dan transkultural – yang secara esensial berbeda dari segi-segi kehidupan manusia yang ‘sekular’ seperti politik dan ekonomi – dan yang punya kecenderungan berbahaya mempromosikan kekerasan.” Karena gagasan ini, agama harus dikerangkeng dengan membatasi aksesnya ke ruang publik. Di sini negara-bangsa (nation-state) yang sekular tampil sebagai sesuatu yang seakan-akan natural, sejalan dengan kebenaran yang dianggap universal dan abadi mengenai bahaya inheren agama. Ketika pekan lalu peperangan terjadi (kembali) antara Israel dan Hamas (Palestina), banyak orang berdiskusi mengenai akar-akar kekerasan agama. Logikanya, wilayah yang didiami Israel dan Palestina selalu jadi hot spot peperangan, karena di sana ada banyak orang masih percaya pada agama: umat Yahudi di satu pihak dan kaum Muslim di pihak lain. Disebutkan juga bahwa konflik ini sangat mengkhawat...

Sakit mahal !!

Kesehatan merupakan salah satu ni’mat yang paling berharga yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Kita. Maka tak heran jika kekasih-Nya mewanti-wanti umat manusia agar menjaga kondisi sehat sebelum datangnya sakit. Tak ada satu pun di dunia ini orang yang mau dibayar untuk sakit. Yang ada justru sebaliknya, orang yang sakit akan rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit agar dirinya sembuh dari sakit dan menjadi sehat kembali. Suatu hari aku membeli makanan di rumah makan yang tepat berada di sebuah rumah sakit, di meja aku menemukan sebuah kertas. Rasa ingin tahu mendorong saya untuk membuka lipatan kertas tersebut. Setelah terbuka, baru saya tahu bahwa kertas tersebut adalah semacam rekening pasien yang berisi biaya-biaya yang harus dibayar pasien selama dirawat. Saya baca satu per satu item yang terdapat dalam rekening tersebut. Mulai dari identitas pasien hingga jumlah total biaya. Terkejut saya melihat angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Jumlah total dari k...