Skip to main content

Veteran Yang Memprihatinkan

Banyak orang yang telah berjasa mengabdikan diri kepada bangsa ini bernasib sial.. Begitu banyak gelar pahlawan diberikan pemerintah. Tentunya gelar itu diharapkan dapat membantunya untuk memudahkan mencari rezeki. Namun, gelar tinggallah gelar. Mereka tak bisa menggunakan gelar itu untuk menahan lapar.

Banyak pejuang dan pahlawan bangsa ini terpaksa mengais rezeki demi sesuap nasi dengan profesi yang tidak semestinya. Ada yang jadi pemulung, satpam, penjaga sekolah, buruh, penarik becak dan lain-lain. Mereka telah berjuang dengan memertaruhkan nyawa demi kemerdekaan. Namun, mereka tak pernah berpikir bahwa hidupnya akan menjadi lebih sengsara daripada masa peperangan.

Ketika peperangan kemerdekaan terjadi, semua rakyat bahu-membahu memikul beban dengan memberikan segala bantuan yang diperlukan oleh para pejuang. Rakyat menyediakan makanan, minuman, tempat bersembunyi, bahkan rakyat berani berbohong kepada penjajah demi keselamatan sang pejuang. Semua dilakukan dengan ikhlas demi kemerdekaan seraya berpengharapan bahwa kemerdekaan akan memberikan kesejahteraan.

Kini, kemerdekaan sudah berada di tangan. Sudah 69 tahun merdeka.  Sebuah usia yang terbilang tua dan dewasa. Namun, nasib para pejuang itu sungguhlah memprihatinkan. Para pejuang itu sungguh berkehidupan teramat tidak layak. Mereka diusir dari asrama dan atau rumah dinas karena dianggap tidak lagi memiliki hak penempatan. Benar-benar bangsa yang teramat ironis memberlakukan para pejuang dan pahlawannya.

Foto di atas adalah salah satu veteran pejuang kemerdekaan yang tak punya tempat tinggal setelah di usir dari asrama lamanya.

Comments

Popular posts from this blog

Tol Laut

Indonesia berencana mengembangkan sebuah program besar, Kondisi geografis di Indonesia mungkin salah satu yang paling unik di dunia, karena terdiri dari banyak pulau. Untuk mengangkut suatu barang dari satu tempat ke tempat lain, tentunya akan menjadi bergantung terhadap transportasi laut, karena transportasi laut ini memang yang paling murah dalam pengangkutan barang. tidak mungkin mengangkut semen dari Jakarta ke Ambon make pesawat terbang?  Nah, dalam prosesnya, pengangkutan barang ini sudah memiliki jalurnya sendiri. Mirip seperti jalur bus atau angkot.   Sebuah bus antar kota ketika berangkat penuh dengan penumpang, tapi saat pulang  tidak ada penumpang yang ikut ? Tentunya bus tersebut bisa merugi. Lalu kemudian cara agar tidak merugi salah satunya adalah dengan menaikan harga tiket. analogi di atas sama dengan sistem transportasi barang. Sebuah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sorong (Papua) mengangkut berbagai macam ke...

Mitos Kekerasan Agama

Yang dimaksudnya dengan mitos kekerasan agama adalah “gagasan bahwa agama adalah segi-segi kehidupan manusia yang transhistoris dan transkultural – yang secara esensial berbeda dari segi-segi kehidupan manusia yang ‘sekular’ seperti politik dan ekonomi – dan yang punya kecenderungan berbahaya mempromosikan kekerasan.” Karena gagasan ini, agama harus dikerangkeng dengan membatasi aksesnya ke ruang publik. Di sini negara-bangsa (nation-state) yang sekular tampil sebagai sesuatu yang seakan-akan natural, sejalan dengan kebenaran yang dianggap universal dan abadi mengenai bahaya inheren agama. Ketika pekan lalu peperangan terjadi (kembali) antara Israel dan Hamas (Palestina), banyak orang berdiskusi mengenai akar-akar kekerasan agama. Logikanya, wilayah yang didiami Israel dan Palestina selalu jadi hot spot peperangan, karena di sana ada banyak orang masih percaya pada agama: umat Yahudi di satu pihak dan kaum Muslim di pihak lain. Disebutkan juga bahwa konflik ini sangat mengkhawat...

Sakit mahal !!

Kesehatan merupakan salah satu ni’mat yang paling berharga yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Kita. Maka tak heran jika kekasih-Nya mewanti-wanti umat manusia agar menjaga kondisi sehat sebelum datangnya sakit. Tak ada satu pun di dunia ini orang yang mau dibayar untuk sakit. Yang ada justru sebaliknya, orang yang sakit akan rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit agar dirinya sembuh dari sakit dan menjadi sehat kembali. Suatu hari aku membeli makanan di rumah makan yang tepat berada di sebuah rumah sakit, di meja aku menemukan sebuah kertas. Rasa ingin tahu mendorong saya untuk membuka lipatan kertas tersebut. Setelah terbuka, baru saya tahu bahwa kertas tersebut adalah semacam rekening pasien yang berisi biaya-biaya yang harus dibayar pasien selama dirawat. Saya baca satu per satu item yang terdapat dalam rekening tersebut. Mulai dari identitas pasien hingga jumlah total biaya. Terkejut saya melihat angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Jumlah total dari k...